Jamu Tradisional Madura


Profil Perusahaan


        Pada tahun 1982 merupakan awal usaha berdirinya PT. Jamu Jokotole yang diprakarsai oleh Bapak Mohammad Amir Indrik beserta keluarganya. Pada awal berdirinya industri obat tradisional ini hanya menghasilkan produk jamu berbentuk serbuk atau jamu seduh. Pada saat itulah beliau meracik sendiri hasil produksinya sekaligus memasarkan sendiri kepada agen-agen jamu di Bangkalan.
        Pada tahun1990 beliau mewarisi hasil ramuan-ramuannya kepada putranya H. Faisol, dimana alih generasi memberikan dampak positif untuk kelangsungan hidup jalannya industri rumah tangga khususnya hasil produksi jamu.
         Pada tahun 1994 PT. Jamu Jokotole ini mendapat pengakuan dari Dirjen obat dan makanan Depkes RI No.TR 300 304 461
         Pada tahun 1995 PT. Jamu Jokotole melebarkan pangsa pasarnya, dimana awal mulanya hanya di pulau Madura hasil produksi sudah terdapat di pulau Jawa dan Sumatra. Pada saat ini H. Faisol menjalin kerja sama dengan Bpk. Wahyudiono dimana posisinya sebagai agen sekaligus bagian pemasaran di Surabaya. Dengan keuletan dan kecermatan membaca peluang prospek penjualan jamu, kini produk jamu jokotole ini sudah menembus pasar mancanegara seperti Malaysia, Turki, Belanda dan Arab Saudi. PT. Ribkah Maryam Jokotole beralamat di Jl. KH. Achmad Marzuqi no. 23, kelurahan pangeranan, kecamatan Bangkalan

Manajemen / Strategi Pemasaran
          PT. Ribkah Maryam Jokotole merupakan industri memproduksi jamu khas Madura. Bila dilihat proses produksi dan produk yang dihasilkan, industri manufaktur ini termasuk tipe industri Job Order yang berarti industri memproduksi barang sesuai dengan permintaan konsumen. PT. Ribkah Maryam Jokotole Bangkalan memiliki pemasaran cukup luas yaitu didaerah Bangkalan dan Surabaya sekitarnya serta banyak agen agen resseler yang ikut mempromosikan dan menjual produk dari PT. Ribkah Maryam Jokotole Bangkalan. Industri ini memproduksi berbagai macam jamu-jamu khas madura asli seperti : jamu perkasa lelaki, legit madura, rukun wanita, terlambat bulan, keputihan , sepet madura, bobot idaman, mekar asri awet ayu, sari wangi , jerawat, darah tinggi, kencing manis, pegel linu dan sariawan.

           PT. Ribkah Maryam Jokotole Bangkalan memiliki karyawan berjumlah 10 orang dan berjenis kelamin laki-laki semua yang mana semua karyawanya merupakan warga setempat. Karyawan melakukan aktifitas meracik jamu yang telah ditentukan takarannya, mulai dari proses penyucian, penjemuran, proses penyelipan, proses sangrai dan proses pengepakan.

         Fasilitas-fasilitasnya yaitu BPJS digunakan untuk karyawan apabila sakit maupun kecelakaan dalam bekerja, mereka mendapatkan pengobatan gratis, semua karyawan diperlakukan adil dalam segala hal.

Proses Produksi

      Proses pengolahan bahan baku menggunakan mesin dan bagian packing masih menggunakan tenaga semi manual dan mesin, tempat bahan baku masih dalam renovasi dan proses produksinya digambarkan seperti diagram dibawah ini :











             Sistem kerja di PT Ribkah Maryam Jokotole Bangkalan itu para karyawan digaji perbulan dan fasilitasnya untuk mengolah bahan bahan jamu menggunakan mesin serta untuk pengemasan masih meggunakan cara manual atau tenaga manusia sendiri. dan rata rata menghasilkan maksimal 1kg bubuk dan di proses lagi dijadikan kapsul, tablet, bubuk saset. Selanjutnya per kapsul tersebut isinya 500mg dan perkemasan atau perbotol isinya bermacam macam yaitu berjumlah 24 kapsul, 40 kapsul, dan 60 kapsul. Pil perbijinya seberat 500mg, dan dalam 1 kemasan terdapat 100 butir. Dan untuk bubuk sachetnya berisi 6g persachet.
               Sistem kerja di PT Ribkah Maryam Jokotole Bangkalan menggunakan sistem kerja bulanan dan rata rata menghasilkan maksimal 1kg bubuk perbulan dan di proses lagi dijadikan kapsul, tablet, bubuk saset. Selanjutnya per kapsul tersebut isinya 500mg dan perkemasan atau perbotol isinya bermacam macam yaitu berjumlah 24 kapsul, 40 kapsul, dan 60 kapsul. Pil perbijinya seberat 500mg, dan dalam 1 kemasan terdapat 100 butir. Dan untuk bubuk sachetnya berisi 6g persachet. Untuk harganya bermacam macam yaitu, untuk isi 24 harganya Rp. 10.000 , isi 40 Rp. 45.000, isi 60 Rp.65.000.

Hambatan dan Solusi 



               Hambatan - hambatan yang sering dialami diperusahaan ini yaitu harga mesin dan peralatan yang mahal, sehingga sulit untuk mengaplikasikannya, akan tetapi dengan menyisihkan sebagian laba perusahaan, hal itu dapat dilakukan oleh perusahaan. Sedangkan hambatan lainnya yaitu pada saat memeriksa mesin dan peralatan secara teratur adalah tidak ada waktu dan tidak tahu caranya. Hambatan tidak ada waktu dapat diatasi dengan mengatur jadwal untuk maintenance, sedangkan hambatan tidak tahu caranya dapat diatasi dengan membeli buku tentang mesin dan peralatan, searching melalui internet atau merekut karyawan ahli mesin. Tempat perusahaan dalam proses renovasi, dikarenakan ada perintah dari pemerintah bagi semua perusahaan punya tempat yang memenuhi standard, dan proses pengerjaannya masih dilakukan agar mampu menambah stok jamu dan menarik minat pelanggan.


                Bahan baku sendiri, hambatannya pada saat musim hujan , bahan baku seperti kunyit, kencur, dan lainnya susah untuk didapatkan didaerah lokal dan dapat diatasi dengan mencari didaerah lain ataupun bekerja sama dengan petani kunyit.

                Hambatan yang terjadi pada sumber daya manusianya yaitu kekurangan jumlah karyawan dan tidak ada pembagian tugas. Hal ini dapat diatasi dengan menambah karyawan dan melakukan pembagian tugas yang jelas. Untuk menambah jumlah karyawan perusahaan tidak dapat melakukannya, dikarenakan perusahaan ini masih termasuk dalam industri kecil. Sehingga uang khas perusahaan tidak mencukupi.


Jenis - Jenis Jamu yang di Produksi



Ada beberapa jenis varian jamu serta manfaatnya yaitu
-          
        Jamu Gemuk sehat (Mekar Asri) berfungsi membantu memperbaiki nafsu makan dan menambah     berat badan.
-         
             Galian Singset (membantu mengurangi lemak dan membuat badan langsing).
-         
             Jerawat (membantu mengatasi jerawat dan menjaga kulit tetap halus bercahaya).
-         
              Pelangsing (bobot idaman) berfungsi menurunkan berat sesuai dengan idaman, menahan bobot           badan supaya tidak gemuk berlebihan dan mengontrol lemak bagian perut.
-            
        Pegel linu (fungsinya sangat berkhasiat menyembuhkan pegel linu otot otot dan menyembuhkan        penyakit reumatik, encok, dan sakit pinggang)
-          
        Nifas (pluntur) berfungsi sangat efektif untuk wanita yang sering terlambat datng bulan atau datang   bulan tidak teratur serta sakit badan waktu datang bulan.
-          
       Sehat Lelaki (perkasa lelaki) berfungsi memperkuat serta meningkatkan ketahanan dan kejantanan    lelaki.
-        
             Sepet Madura (Empot empotan) berfungsi membuat denyut istimewa yang khas dan memperkuat      otot – otot kewanitaan serta menghilangkan bau yang tidak enak, gatal gatal, dan keputihan.
-          
       Sehat Perempuan (montok payudara) fungsinya mengencangkan payudara, memperbesar payudara  yang kurang ideal, menyehatkan dan memperindah payudara.
-          
       Sari Harum (keputihan) fungsinya sangat mujarab dan benar – benar ampuh segala macam      keputihan yang lama maupun yang baru, menghilangkan bau yang tidak enak, gatal – gatal, dll.
-          
       Galian Rapet (sari rapet/legit madura) berfungsi merapatkan otot – otot kewanitaan, membantu  mengurangi lendir yang berlebihan pada organ kewanitaan dan menambah gairah hubungan rumah  tangga.
-          
      Awet Ayu (berfungsi membuat dan menjaga kulit tubuh anda segar halus dan bercahaya, mengencangkan seluruh otot – otot tubuh agar tetap singset, menjaga tubuh tetap sehat dan segar selalu.







 





Potensi yang ada di PT. Ribkah Maryam Joko Tole yakni sebagai berikut.

KEBARUAN DAN EFEKTIVITAS TEKNOLOGI (TTG) YANG DIMANFAATKAN DIANTARANYA :
1.) Peralatan instalasi pelayanan dan lingkungan kerja yang sesuai BPOM.
2.) Peralatan yang digunakan menggunakan semi manual , yaitu mesin penggiling dan mesin packing.
3.) Pemeliharaan peralatan yang sesuai untuk menjamin kapabilitas proses.
4.) Dengan mempunyai alat penggiling dan packing, bisa meminimalisir pengeluaran dana, agar lebih    hemat.
ALUR METODE ATAU PROSES PRODUKSI YAKNI :

Alurnya sebagai berikut  :
Bahan Baku->Pencucian->Penjemuran->Sangrai I 
->Penghalusan->Pengayakan->Sangrai II ->Pencampuran
->Pentabletan->Pengovenan->Pengemasan

Bahan baku dipilih kualitas sesuai standar Bpom, lalu bahan baku tersebut dicuci kurang lebih 5 menit, setelah bahan baku bersih, maka bahan baku tersebut dijemur menggunakan sinar matahari, setelah kering bahan baku disangrai dalam wajan suhu 72,5  C , lalu setelah kering bahan baku dipindahkan ke temmpat yang tertutup agar terhindar dari kotoran (sterilisasi), Setelah di sangrai, bahan baku diselip untuk menghancurkan bahan baku sehingga menjadi halus, setelah itu bahan baku yang telah mengalami proses penyelipan akan diayak sehingga lebih halus lagi, proses pengayakan menggunkan mesin ayak, setelah diayak bahan baku disangray kembali, agar jamu lebih awet dan tahan lama, setelah itu pencampuran bahan baku sesuai komposisi dengan kualitas Bpom, Setelah bahan baku  dicampur sesuai komposisi, lalu bubuk bahan baku dimasukkan ke dalam tablet, Setelah bubuk dimasukkan ke dalam tablet , lalu dioven dengan suhu 90 derajat Celcius serta -110 derajat celcius untuk merekatkan tablet , proses terakhir itu pengemasan, masing-masing kegunaan jamu dimasukkan sesuai dengan kemasan yang sudah disediakan.

KAPASITAS KARYAWAN / PEKERJA   :
Karyawan berjumlah 10 orang dan berjenis kelamin laki-laki semua, serta  pendidikan terakhir yakni SMA.
Karyawan bekerja sesuai pembagian tugas, karyawan 1 dan 2 bagian pencucian, penjemuran, pengayakan, dan pentabletan.
karyawan 3 bagian sangrai 1, pengayakan, dan pentabletan , karyawan 4 sangrai 1 dan sangrai 2 dan pentabletan, karyawan 5 dan 6 Penghalusan, sangrai 2, dan pengovenan, karyawan 7 dan 8 bagian penghalusan, pencampuran, dan pengovenan, 2 supervisor bagian mengamati dan memeriksa jalannya produksi.
KAPASITAS PRODUKSI   :

Pada saat proses produksi , menghasilkan 1 kg bubuk dalam satu bulan . Tiap 1 butir kapsul, isinya 500 mg, tiap kemasan , isi didalamnya, memiliki jumlah yang berbeda, yakni ada yang berjumlah 24, 40, 60, 100 kapsul per kemasan.  Sedangkan bubuk 6 g per sachet.

KUALITAS DAN DIVERSIVIKASI/DESAIN PRODUK    :
Sablon kemasan  tersebut tulisan dan gambar sudah jelas. Tertera nama perusahaan dan alamat perusahaan serta ada tulisan Bpom dan angka serinya dikemasan tersebut, menandakan bahwa produk dari PT. Ribkah Maryam Joko Tole sudah memenuhi standar Bpom.

KUALITAS KEMASAN  :
Kualitas kemasan sudah memenuhi standar BPOM dan plastik kemasan tipis tapi kuat serta kemasan jamu tersebt terbilang rapi.

KETERSEDIAAN DAN KUALITAS BAHAN BAKU  :
Bahan baku untuk membuat jamu sudah terpenuhi, karena PT. Ribkah Maryam Joko Tole bekerja sama dengan petani kunyit, kencur, dan rempah lainnya. Apabila terkendala ketersediaan,  PT. Ribkah Maryam Joko Tole sudah menyimpan bahan baku untuk jaga-jaga kekurangan bahan baku. Kualitas bahan diseleksi , dan dipilih yang terbaik untuk diproses.
KAPASITAS PEMASARAN PRODUK  :
Minimal 1100 pack dan maksimal 1400 pack dalam satu bulan.
LUASAN WILAYAH PEMASARAN  :
Wilayah pemasaran berada di Bangkalan, Jawa, dan Sumatera.
JARINGAN PEMASARAN  :
Menggunakan jarinan online bagi yang order dari luar daerah, Offline bisa langsung datang ke tempat penjualan.
STRATEGI/METODE/ALAT PEMASARAN DAN PROMOSI  :
Strategi pemasarannya didistribusikan kepada kelompok khusus, agar lebih luas pemasarannya. Promosinya  berupa brosur  yang ada di PT. Ribkah Maryam Joko Tole dan disebarkan diberbagai tempat umum. Reseller juga sebagai alat pemasaran dan promosi produk jamu dari  PT. Ribkah Maryam Joko Tole .
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) DALAM ASPEK BISNIS   :
Teknologi atau media yang digunakan berupa handphone serta aplikasi whatsapp dan BBM dan web di internet. Dari ketiga pemanfaatan teknologi tersebut bisa untuk memasarkan produk jamu, dan konsumen bisa tanya jawab kepada pemilik PT. Ribkah Maryam Joko Tole tentang produk jamu yang di produksi.

HARGA PRODUK (BERSAING ATAU TIDAK DG PRODUK SEJENIS DARI TEMPAT LAIN)  :
Tidak ada persaingan harga di PT. Ribkah Maryam Joko Tole dengan Produk jamu yang lain. PT. Ribkah Maryam Joko Tole hanya mengikuti harga dari jumlah harga bahan baku dan peralatan produksi serta proses produksi.

CAKUPAN PASAR SERTA EKSPOR (LANGSUNG ATAU SUB KONTRAK)  :
Belum ada, yakni pemasaran hanya daerah lokal saja (indonesia) dan pemasaran masih dalam proses pengembangan.
APAKAH PEMILIK USAHA INI IKUT DALAM ORGANISASI BINIS?
Tidak, tapi PT. Ribkah Maryam Joko Tole sudah termasuk  perusahaan yang resmi karena sudah tertera di BPOM.
MANAJEMEN PERMODALAN DAN KEUANGAN USAHA  :
Bermodalkan dana warisan dari orang tua, karena sifatnya turun temurun. Keuangan usaha untuk melunasi tanggung jawab  perusahaan seperti hutang dan kekayaan, yaitu dari hasil pemasaran untuk melunasi hutang dan menambah kekayaan.
MANAJEMEN TENAGA KERJA ATAU KARYAWAN   :
Karyawan melakukan aktifitas meracik jamu yang telah ditentukan takarannya, mulai dari proses penyucian, penjemuran, proses penyelipan, proses sangrai, dan proses pengemasan.
JUMLAH KARYAWAN DAN METODE PENINGKATAN KAPASITAS KARYAWAN :
Jumlah karyawan 10 orang dan berjenis kelamin laki-laki. Untuk lebih pemfokusan kerja serta kualitas produk ,, dapat diatasi dengan penambahan jumlah karyawan.

MEMILIKI SERTIFIKASI (PIRT/SNI (MANAJEMEN DAN PRODUK)/HPCP)  :
PT. Ribkah Maryam Joko Tole memiliki izin dari Bpom, jadi sudah terjamin kualitas dan manfaatnya.
MEKANISME “QUALITY CONTROL”  :
Ada, dimulai dari peralatan yang sudah teruji dan terpelihara dengan baik. Bahan baku,sebelum diproses dipilih bahan baku yang bagus untuk diproses selanjutnya disterilkan menggunakan mesin khusus. Packing, dipasang dengan rapi serta bahan packing aman dan tidak mudah  cepat rusak.

ANALISIS KONDISI MITRA DAN REKOMENDASI ATAU SOLUSI PEMECAHAN MASALAH YANG SEBAIKNYA DILAKUKAN


TEKNOLOGI YANG DIGUNAKAN DI PT. RIBKAH MARYAM  :
Menggunakan media sosial seperti whatsapp dan BBM serta website. Solusinya untuk lebih aktif dimedia sosial dalam hal periklanannya dan mengenalkan produk jamu dari PT. Ribkah Maryam Joko Tole diinternet, agar produk jamu PT. Ribkah Maryam Joko Tole cepat banyak  dikenal masyarakat luas dan bisa menambah pelanggan baru.

PROSES PRODUKSI/ALUR/METODE YANG DITERAPKAN  :
Kurang efektif, karena 1 karyawan memiliki banyak tugas dalam proses produksi  dan tidak fokus pada satu tugas. Solusinya untuk menambah jumlah karyawan, tujuannya untuk mempermudah dalam proses produksi, sehingga kesalahan dapat diminimalisir.
KAPASITAS, KUALITAS, KEMASAN DAN DESAIN PRODUK  :
Kapasitas, kualitas, dan kemasan sudah baik, namun desain produk kurang menarik. Solusinya memperbaiki desain produk agar membuat konsumen lebih tertarik.
KETERSEDIAAN BAHAN BAKU  :
Ketersediaan bahan baku , dimusim tertentu terkadang susah didapatkan, akibatnya menghambaat proses produksi.  Solusinya menambah kerja sama dengan petani bahan baku kunyit, kencur, dan lainnya. Tujuannya agar bahan baku terus tersedia dan bisa membuat produksi jamu sesuai target.
PENGEMBANGAN PASAR (LOKAL/EKSPOR)  :
Pengembangan pasar PT. Ribkah Maryam Joko Tole hanya didaerah madura, jawa, dan sumatera, untuk itu perlu menyebarkan dan mempromosikannya ke provinsi yang lain serta mengenalkan produk jamu PT. Ribkah Maryam Joko Tole pada luar negeri, agar bisa terkenal dan banyak pelanggan.
STRATEGI PEMASARAN (PEMANFAATAN TIK DALAM PROMOSI)  :
Penggunaan media sebagai alat promosi masih sangat terbatas, pemilik usaha masih bergantung pada penjualan offline. Solusinya yaitu aktif dalam media online dalam hal promosi.
PENGEMBANGAN/PENGUATAN JARINGAN BISNIS  :
Pengembangan jaringan bisnis hanya di daerah Jawa dan sumatera,
Untuk itu lebih menambah dan menguatkan jaringan bisnis di berbagai daerah lain.
MANAJEMEN PERMODALAN DAN KEUANGAN USAHA  :
Keuntungan dari produk digunakan untuk merenovasi tempat pengololahan. Jadi modalnya lama berkembang. Untuk itu setelah selesai renovasi perlu di pasarkan lebih intens.

MANAJEMEN ORGANISASI USAHA  :
Kurangnnya kerjasama dengan organisasi lain sehingga pemasaran hanya sebatas kelompok khusus. Solusinya bergabung dengan ikatan pengusaha khususnya jamu.
KEBERADAAN SERTIFIKASI (PIRT/SNI (MANAJEMEN DAN PRODUK)/HPCP)  :
Sudah ada sertifikasi dari BPOM, Solusinya dengan mempertahankan kualitas agar selalu optimal.

Komentar